Kasus Binomo Makan Banyak Korban, DPR: Trader Harus Lebih Jeli, Pintar

avatar Harian Indonesia News

JAKARTA, Hinews - Kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option Binomo jadi sorotan karena banyak korban dengan nominal kerugian besar. Polisi dalam kasus ini sudah menetapkan Crazy Rich asal Medan Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai tersangka.

Kasus Binomo ini jadi perhatian DPR. Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi menyampaikan para trader mestinya cermat memilih platform berinvestasi. Menurut Intan, dalam investasi mesti jelas nilai dan aturannya.

Baca Juga: Penggunaan Teknologi Digital Diharap Dapat Kuatkan Demokrasi di Indonesia

"Kalau bicara trading itu jelas ada yang diperdagangkan, kalau itu investasi ada nilainya dan aturannya jelas," kata Intan dikutip pada Jumat, 25 Februari 2022.

Dilansir dari viva, Intan mengatakan demikian karena sebagian besar trader dari kalangan anak muda tertipu dan merugi ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ia mengingatkan lagi pentingnya dalam kejelian memilih platform trading.

"Menurut saya para trader kalau kata sekarang harus do your own research. Lebih pintar lagi memilih," tutur politikus PAN itu. 

Menurutnya, kasus Binomo muncul karena menyesuaikan pesatnya era digital. Maka itu, dengan teknologi yang makin berkembang pesat, anak muda lebih hati-hati dan jangan mudah tergiur

Baca Juga: DPR RI-Penyelenggara Pemilu Setujui PKPU Tentang Tahapan Pemilu 2024

Pun, ia menyinggung korban yang banyak dari anak muda. Dia bilang anak muda yang sudah melek teknologi mestinya juga cermat dalam memilih platform trading.

"Kalau menurut saya buat masyarakat yang sudah menggunakan teknologi, mengakses teknologi saja bisa, saya yakin mengakses informasi itu tidak sulit," tuturnya. 

Kasus Binomo disorot karena mempromosikan sebagai platform investasi. Padahal, kenyataannya hampir mirip sebagai aplikasi judi.

Baca Juga: DPR Minta Polemik Pemberhentian Terawan Diselesaikan Kekeluargaan

Banyak korban yang tertipu. Mereka kehilangan uang ratusan juta rupiah karena tergiur tawaran Binomo. Belum lagi pikiran dan psikologi mereka terguncang.

Salah satu alasan trader aplikasi Binomo karena tergiur dengan promosi yang ditawarkan. Promosi gencar itu dilakukan Indra Kenz dan koleganya sebagai afiliator.

Untuk menggoda calon trader, biasanya disuguhi iming-iming untung besar. Para afiliator terus menggemborkan rayuan untung besar dari Binomo sebagai trading legal.(qqdylm)

Editor : A1H