Partai Koalisi Pemerintah Sebut Kasus Wadas Lebih Tonjolkan Relasi Kekuasan

Harian Indonesia News
Ratusan aparat kepolisian saat menggeruduk kampung Wadas Purworejo.

JAKARTA, Hinews - Konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dinilai lebih menonjolkan relasi kuasa antara pemerintah dengan rakyatnya.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani saat diskusi virtual di saluran Youtube salah satu media massa nasional yang dikutip Hinews, Selasa (15/2/2022).

Baca juga: Politisi NasDem Desak Polri Untuk Tetap Menjaga Netralitasnya Dalam Pemilu

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai pendekatan yang dilakukan aparat pemerintah lebih terkesan bukan pendekatan partisipatif.  

“Saya kira pembangunan Bendungan Beder ini bagus, pemanfaatannya banyak. Tapi, bagaimana kemudian mitigasi antara kepentingan yang didasari persepsi masyarakat kontra itu dengan perencanaab pelaksanaan pembangunan itu," jar Arsul.  

Di sisi lain, legislator yang pernah berkunjung ke lokasi konflik di Desa Wadas ini menjelaskan desa tersebut bukan lokasi dan tidak secara langsung berdampak pada pembangunan Bendungan Bener. Oleh karena, pembangunan bendungan seluas 590 hektare ini lokasinya sejauh 10 kilometer dari Desa Wadas.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR RI Pertanyakan Netralitas Polri Jelang Pilpres

Di sisi lain, bebatuan andesit yang ada di Desa Wadas akan menjadi sarana penunjang bagi proyek pembangunan yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.  

Karena itu, ia mengaku cukup berbaik sangka tatkala ada salah seorang pejabat menteri yang menyebut bahwa tidak ada kekerasan yang dilakukan dalam pengukuran lahan di desa tersebut.

Baca juga: Pastikan Haknya Terlindungi, Komnas HAM Datangi Warga Desa Wadas

Sebab, dalam asumsi Arsul Sani, bisa jadi tanpa kekerasan yang dimaksud tersebut adalah ketidakadaan penembakan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat sipil.  

“Tapi, kalau kita datang ke (Desa Wadas) sana, tentu tidak sesimpel itu kesimpulannya. Apalagi, kalau kekerasan itu diperluas definisinya ya memang kita temukan. Saya kira juga yang ditayangkan di berbagai media mainstream terutama televisi itu kan semuanya mengambil gambar itu dari sudut pandang berbeda. Pun Komisi III juga sudah datang ke sana untuk mendapatkan data primer langsung dari lokasi,” tambah Arsul.*

Editor : A1H

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru