SURABAYA, HINews - Badan Pimpinan Nasional (BPN) Asosiasi Tenaga Ahli dan Trampil Indonesia (Aptaksindo) menggelar Rapat Pleno yang dipimpin langsung oleh Mohammad Ali, selaku Dewan Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aptaksindo yang dihadiri seluruh jajaran pengurus pusat.
Dalam Rapat Pleno tersebut, BPN Aptaksindo secara resmi menetapkan Penunjukan Antar Waktu (PAW) Ketua Umum Husein Salim, S.E., menggantikan Ir. Husein Imran, MBA dan akan memimpin organisasi hingga terselenggaranya Musyawarah Nasional III Aptaksindo pada bulan September 2026 mendatang.
Usai diberikan amanah sebagai PAW Ketum Aptaksindo, Husein menyampaikan apresiasi atas tugas yang diberikan pada dirinya. Ia pun mengaku siap mengemban organisasi profesi ini guna mendukung program pembangunan pemerintah menuju Indonesia Emas.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak R. Mohammad Ali selaku Dewan Pendiri merangkap Sekjen beserta seluruh pengurus Aptaksindo yang hadir. Atas kepercayaan yang diberikan, saya siap mengemban amanah sebagai Ketua PAW untuk menguatkan konsolidasi organisasi hingga Munas III," ujar Husein kepada awak wartawan, Senin (27/7/2026).
Fokus Kerja Aptaksindo di Tengah Dinamika Konstruksi Nasional 2026
Husein juga menegaskan, bahwa pihaknya siap mengemban amanah kepemimpinan baru ini di tengah besarnya kebutuhan tenaga kerja konstruksi nasional dalam mendukung program pemerintah.
Husein memaparkan, bahwa saat ini ada 3 isu strategis yang menjadi tantangan Aptaksindo dalam sektor jasa konstruksi. Pertama, kebutuhan 9 juta tenaga kerja tersertifikasi dengan 200+ Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus berjalan. Yang di dalamnya termasuk IKN dan 3 juta rumah, dan kebutuhan TK konstruksi profesional kian mendesak.
Kedua, implementasi Wajib Sertifikasi Kompetensi. Berdasarkan Undang-Undang Jasa Konstruksi, seluruh tenaga kerja konstruksi wajib bersertifikat. “Oleh karena itu, Aptaksindo siap menjadi mitra pemerintah dalam percepatan sertifikasi dan pelatihan,” tegas Husein.
Selanjutnya, peningkatan Kesejahteraan & K3. dalam hal ini, lanjut Husin, Aptaksindo mendorong seluruh perusahaan anggota untuk memastikan upah layak, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, dan penerapan K3 di setiap proyek.
"Tugas kami jelas, yaitu memastikan setiap tenaga kerja yang disalurkan Aptaksindo merupakan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan sejahtera. Dan ini kontribusi nyata kami untuk pembangunan nasional," ungkap Husein.
Husein juga menjelaskan, setidaknya ada beberapa agenda utama yang tengah dipersiapkan hingga pelaksanaan Musyawarah Nasional Aptaksindo yang akan digelar pada September 2026 mendatang.
“Di antaranya, kami akan melakukan konsolidasi Nasional kepada 34 DPW dan DPD Aptaksindo, penguatan Ekosistem Sertifikasi bersama LPJK, Kemen PU, dan Balai Latihan Kerja. Kemuidan, mempersiapan Munas III sebagai forum demokrasi dan regenerasi kepemimpinan Aptaksindo,” pungkas Husein.
Editor : Redaksi