Analisis Perang Iran vs AS - Israel "DETERRENCE KE TOTAL DESTRUCTION

Oleh: Wibisono

Hari ini, Peta kekuatan Timur Tengah berubah permanen secara tektonik. Mitos Air Superiority AS dan Iron Dome Israel dan supremasi udara konvensional (Air Superiority) yang diagungkan selama dekade terakhir telah runtuh di bawah hujan drone dan rudal hipersonik Iran. Kita tidak lagi menyaksikan perang proksi, atau *zona "Shadow War"* melainkan benturan langsung antar-negara (State-to-State Conflict) dengan intensitas yang melampaui Operasi Desert Storm 1991.

Baca Juga: LPKAN Bongkar Modus Korupsi di Balik Program MBG, Ali Zaeni: Para Tersangka Harus Dijerat UU TPPU

Perbedaan mendasar kali ini adalah hilangnya kemampuan AS untuk melakukan Escalation Dominance. Di mata dunia, hegemoni militer Barat sedang berada di titik nadir, dipaksa gagap oleh kombinasi teknologi hipersonik dan perang asimetris yang didukung oleh kontra-hegemon global pesaing AS (Cina dan Rusia).

Baca Juga: Macron Diguncang, Prabowo Datang: Ketika Krisis Prancis dan Rupiah Melemah Menguji Arah Diplomasi Indonesia

Supremasi udara yang selama ini diagungkan oleh Pentagon dan IAF (Israeli Air Force) kini lumpuh, bukan karena kalah duel di udara (dogfight), melainkan karena kehancuran infrastruktur pangkalan udara yang tak terduga.

Fakta Teknis : Pesawat-pesawat tersebut ditembak jatuh oleh baterai Patriot milik mereka sendiri. Pesawat F-15 (kemungkinan elemen campuran USAF dan Saudi) ditembak jatuh oleh baterai Patriot sendiri. Ini bukan sekadar kesalahan komunikasi, ini adalah kegagalan sistemik identifikasi (IFF) akibat electronic poisoning pihak ketiga. Pesawat kawan terbaca sebagai rudal musuh di layar operator radar yang sedang panik. Ini mengakibatkan kehancuran moril terbesar bagi kekuatan udara AS di teater operasi Teluk.

Baca Juga: LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah

Penulis: Pengamat militer dan pertahanan

Editor : Redaksi

Opini   

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Catatan tentang Nasib Para Penambang Belerang Kawah Ijen Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Dua hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook…

Opini   

PRABOWO SUBIANTO UNTUK INDONESIA RAYA

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya: "Prabowo bersama:…