Anggaran Triliunan Rupiah Diduga Menguap, IAW Laporkan Kadis SDA DKI Jakarta ke Kejagung

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus.
Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus.

JAKARTA, HINews — Indonesian Audit Watch (IAW) melaporkan dugaan korupsi  pengadaan pompa air (Pompanisasi) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kamis (26/2/2026).

IAW meminta penyelidikan atas pengelolaan anggaran pompa air yang dalam satu dekade terakhir telah melampaui Rp20 triliun namun dinilai belum pernah diaudit secara khusus.

Baca Juga: KPK Diminta Ungkap Dalang di Balik Skandal Suap di Dirjen Bea Cukai

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai banjir yang terus berulang di Jakarta berkaitan erat dengan kinerja teknis Dinas SDA, khususnya dalam pengadaan pompa air yang melibatkan beragam merek dan tipe namun dinilai terbukti gagal saat dibutuhkan.

"Kami mencermati bahwa dugaan terjadinya banjir berulang-ulang di Jakarta, dari mulai baik itu Gubernurnya Pak Ahok, Anies, maupun Pak Pramono Anung sekarang, cenderung kuat karena komponen elemen teknis kinerja dari Dinas Sumber Daya Air pada saat pengadaan alat atau yang namanya pompa penyedot air saat banjir," ujar Iskandar kepada wartawan usai menyerahkan laporan.

"Mereka memang mengesankan bahwa pengadaan itu berbagai tipe atau merek. Faktanya tipe atau merek itu terbukti fail (gagal berfungsi), maka yang merencanakan pengadaan, yang melaksanakan lelang pengadaan harus diperiksa agar kita menemukan apa sih esensi jawaban dan atau perencanaan mereka terkait dengan mesin pompa air pada saat banjir," lanjutnya.

Iskandar menyebut bahwa hingga kini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum pernah melakukan audit tematik (pemeriksaan khusus) atas pengadaan pompa air tersebut.

Padahal, menurutnya, angka yang dibelanjakan sudah sangat besar. "Itu belum pernah diaudit oleh BPK untuk secara khusus, lalu audit tematik itu sendiri belum menunjukkan apa pun yang ada di dalamnya, padahal ini angkanya sudah 20 triliun," tegasnya.

Baca Juga: IAW Pertanyakan Penggunaan DC untuk PSU Papua

Atas dasar itu, IAW meminta Jaksa Agung memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan penyelidikan awal sebagai langkah menuju penyidikan dan persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sekaligus berkoordinasi dengan BPK untuk meminta dilakukannya audit tematik.

"Kami memohon agar Jaksa Agung meminta audit tematik kepada BPK terkait pengadaan pompa untuk kurun satu dekade ini," ucapnya.

Iskandar memperingatkan bahwa tanpa perbaikan mendasar, banjir akan terus menggenangi Jakarta tak peduli siapa yang memimpin ibu kota.

Baca Juga: Proyek Pengadaan Chromebook diduga Bermasalah, IAW Bakal Laporkan Microsoft ke KPPU

"Siapa pun Gubernur Jakarta, sepanjang Dinas Sumber Daya Airnya berkinerja seperti saat ini, Jakarta akan tetap banjir, berapa puluh triliun pun digelontorkan," ujarnya.

Soal pihak yang diduga terlibat, Iskandar mengarahkan perhatian kepada Kepala Dinas SDA, terutama yang menjabat dalam tiga tahun terakhir, namun juga menegaskan bahwa penelusuran perlu dilakukan hingga ke para pendahulunya.

"Untuk tiga tahun terakhir kecenderungan Kepala Dinas yang sekarang. Tapi nanti mundur ke belakang, tentu banyak Kepala Dinas Sumber Daya Air yang bisa dimintai keterangan atas hal itu," tutup Iskandar.

Editor : Redaksi

Opini   

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Catatan tentang Nasib Para Penambang Belerang Kawah Ijen Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Dua hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook…

Opini   

PRABOWO SUBIANTO UNTUK INDONESIA RAYA

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya: "Prabowo bersama:…