JAKARTA, HINews - Mengenakan batik dan membawa semangat Indonesia, Miklos Sunario pemuda Indonesia yang telah tiga kali tampil di forum global PBB kembali menorehkan jejak bersejarah.
Kali ini, ia hadir sebagai pembicara terpilih di Moonshot Youth Innovation Summit yang digelar di Istana Kepresidenan Republik Ceko, sebuah ajang bergengsi yang tahun ini menerima aplikasi dari 135 negara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Republik Ceko, Petr Pavel, yang menyampaikan pesan inspiratif: generasi muda harus berani mencipta, menjunjung nilai, dan siap berkolaborasi.
Dihadiri oleh investor global dan institusi strategis, forum ini menjadi panggung langka tempat ide, teknologi, dan kepemimpinan berpadu.
Dalam pidatonya, Miklos menegaskan bahwa AI bukanlah akhir dari pekerjaan manusia, melainkan awal dari peran yang lebih bernilai.
Mengutip data World Economic Forum (2025), ia menyebut bahwa meski 92 juta pekerjaan diperkirakan tergantikan oleh AI sebelum 2030, akan muncul 170 juta peluang kerja baru—jika manusia memilih untuk memimpin, bukan takut.
"Kita bisa menjadi generasi yang tunduk pada AI, atau generasi yang membentuknya demi kebaikan umat manusia," tegas Miklos, yang kini menjabat sebagai Youth Mentor Moonshot.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas dukungan yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmennya membangun AI yang berpihak pada rakyat dari personalisasi pendidikan hingga pemenuhan gizi bagi 82 juta anak dan ibu hamil/menyusui di Indonesia.
Perjalanan Miklos bersama Moonshot dimulai pada 2022, saat ia dan timnya di Edubeyond menjuarai kompetisi startup global dari 1.500 peserta di 88 negara. Sejak itu, ia bertransformasi dari pendidik dan teknolog menjadi integrator AI humanis di panggung global.
Kini, ia memimpin Futurity Technologies bukan sekadar menghadirkan inovasi AI untuk hari ini, tetapi merancang visi strategis jangka panjang di mana kecerdasan buatan dan kemanusiaan tumbuh berdampingan.
Teknologi Futurity menempatkan manusia sebagai pusat, bukan objek. AI bukan untuk menggantikan, melainkan memperkuat kemampuan manusia dalam berpikir, bekerja, dan berinovasi.
Di tengah dunia yang memasuki era baru di mana AI menjadi fondasi pendidikan, pemerintahan, dan tenaga kerja Futurity membuka jalan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk tidak sekadar mengadopsi, tetapi merancang AI-nya sendiri: yang berdaulat, berpihak, dan berpijak pada nilai-nilai lokal.
Selama sepekan di Praha, Miklos tak hanya berbicara ia berdialog, membangun jejaring, dan meraih dukungan nyata dari tokoh-tokoh dunia. Ia duduk berdampingan dengan Presiden Pavel, berdiskusi dengan investor dan inovator lintas benua, dan membawa suara Indonesia ke tengah perbincangan global tentang masa depan AI.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yemi A.D., pendiri Moonshot Platform, atas keberhasilannya membangun ekosistem pemuda global yang kini mencakup 135 negara.
Miklos berharap Indonesia dapat menjadi tuan rumah Moonshot Summit di masa mendatang sebuah langkah strategis untuk menarik talenta dan investasi global serta menegaskan posisi Indonesia di peta inovasi dunia.
"Kita tidak bersaing dengan AI. Kita membimbing ke mana ia melangkah. Jangan hanya bertanya apa yang bisa dilakukan AI, tapi tanyakan apa yang seharusnya kita lakukan dengan AI. Dengan imajinasi dan empati, kita bisa membentuk masa depan yang bukan hanya cerdas tetapi juga adil dan manusiawi," tutup Miklos.
Editor : Redaksi