Bertemu Walikota Nara, Ketua DPD RI Konkretkan Rencana Sister City

avatar Harian Indonesia News

NARA, HINews - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong terwujudnya wacana kerjasama Sister City atau Sister Province antara Indonesia dan Jepang.

Hal itu disampaikan oleh LaNyalla yang memimpin delegasi Senator bertemu Walikota Nara, Nakagawa, dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Jumat (26/5/2023).

 

 

Menurut LaNyalla, daerah-daerah di Indonesia memerlukan investasi di berbagai bidang. Salah satu caranya adalah menjalin kerjasama sister city dan sister province dengan Indonesia.

"Tahun 2012 sudah ada wacana untuk menjadikan Kota Nara dan Kota Solo di Jawa Tengah sebagai sister cities. Sekaranglah saatnya kita konkretkan wacana itu, baik dengan kota Solo maupun dengan kota-kota lainnya di Indonesia, misalnya Yogyakarta, Semarang, atau Surabaya, ibukota provinsi Jawa Timur yang saya wakili sebagai Senator di DPD RI," ujar LaNyalla.

Ditambahkan LaNyalla, selama ini hubungan Jepang-Indonesia difokuskan hanya pada kemitraan bisnis. Padahal hidup ini bukan hanya urusan bisnis. Kedua negara bisa membangun kemitraan di bidang pengembangan budaya dengan menggunakan teknologi Jepang.

"Misalnya meningkatkan kualitas produk-produk budaya untuk mendukung industri pariwisata, termasuk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh industri rumahtangga. Juga membangun situs-situs budaya untuk keperluan ilmiah sekaligus sebagai obyek wisata mancanegara. Ini semua bisa dikerjasamakan jika kita bisa memperluas cakupan hubungan bilateral Jepang-Indonesia," tukas dia.

Untuk bisa memperoleh gambaran seutuhnya tentang pengembangan kerjasama budaya dengan Indonesia, LaNyalla mempersilakan Walikota berwisata ke daerah-daerah di Indonesia.

"Kami sudah datang ke sini, sekarang giliran Pak Walikota berkeliling ke negeri kami. Para Senator yang datang bersama saya ini akan dengan senang hati menyambut Pak Walikota di provinsinya masing-masing," kata LaNyalla.

Lanjut LaNyalla, masa depan hubungan bilateral berada di tangan generasi muda. Tugas para orangtua adalah mempertemukan dan mendorong agar generasi muda Jepang dan Indonesia lebih akrab lagi menjalin persahabatan. Baik melalui kampus-kampus, maupun melalui pertukaran kunjungan antar generasi muda, atau pun pertukaran delegasi seni dan budaya.

"Pak Walikota bisa memulai hal ini dengan mengirim satu delegasi pemuda-pemudi Jepang untuk menjalin hubungan budaya dengan Indonesia. Misalnya saat kami merayakan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Supaya kita membalikkan sejarah, bahwa kalau dulu generasi tua bermusuhan, sekarang generasi muda bersahabat untuk membangun masa depan bersama yang lebih baik," tukasnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, LaNyalla didampingi Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dan Sultan B Najamudin serta 16 Senator, yaitu, Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, Eni Sumarni, Marthin Billa, Faisal Amri, Edwin Pratama Putra, Eva Susanti, Bustami Zainudin, Richard Hamonangan Pasaribu, Asep Hidayat, Tgh Ibnu Halil, Christiandy Sanjaya, Zakaria Bahasyim, Maya Rumantir, Tamsil Linrung, Novita Anakotta dan Filep Wamafma. (Red)

Editor : KR1

Opini   

Anies Bukan Budak Jokowi

Oleh: Yusuf Blegur Sejatinya, publik bukan saja menganggap anak-anak Jokowi yang terlibat dalam politik sebagai anak haram konstitusi. Lebih dari…