Massa Tumpah Ruah di GBK dan JIS, Ada Pengakuan yang Mengejutkan

JAKARTA, HINews - Jelang pemilihan presiden yang akan digelar pada 14 Februari mendatang, sejumlah lembaga survei merilis elektabilitas paslon 02 Prabowo-Gibran menempati posisi puncak survei dan disusul paslon 01 Anies-Muhaimin, kemudian Paslon nomor urut 03 Ganjar-Mahfud MD menempati posisi ketiga.

Namun, elektabilitas paslon 02 itu berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Hal tersebut menyusul dengan sejumlah kampanye yang dihadiri oleh paslon Prabowo-Gibran banyak massa yang mengaku dimobilisasi dan dijanjikan makan gratis dan akomodasi.

Baca Juga: Lonjakan Belanja Bansos Dinilai Hanya Dongkrak Elektabilitas Paslon Tertentu

"Kami hanya ikut meramaikan aja mas. Jujur aja sebenarnya liat pribadi pak Prabowo kurang simpati. Karena suka marah-marah. Di acara debat aja, saya nggak suka dengan gayanya dia yang temperamen. Saya hadir di GBK ini karena diajak teman aja. Soal pilihan dari rombongan ibu-ibu tadi mayoritas gak pilih Prabowo," ujar Yanti (45) salah satu warga Jakarta Timur yang ikut meramaikan kampanye paslon 02 Pranowo-Gibran di GBK, Sabtu (10/2/2024).

Sementara itu, Johan (51) mengaku bahwa keterlibatannya dalam meramaikan kampanye 02 di GBK itu tak lain lantaran anaknya merupakan pengusaha percetakan. Di masa kampanye ini sering mendapat order percetakan banner alat peraga kampanye 02.

"Ya saya ke sini karena nggak enak aja. Tapi soal pilihan belum tentu nyoblos 02. Sederhana saja, kita lihat cara dan gaya di debat capres maupun cawapres. Ada perbedaan yang sangat menyolok di antara paslon lain. Saat ini masyarakat bisa mencari referensi di media sosial soal terkait jejak digital di antara paslon capres-cawapres," ujar pria yang saat ini berprofesi sebagai dosen ini.

Kampanye Palon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di JIS

Kampanye terkahir paslon 01 Anies-Muhaimin di Jakarta Internasional Stadium (JIS) dihadiri oleh ratusan ribu massa dari berbagai daerah di Indonesia.

Tapi yang lebih menarik adalah massa paslon 01 rela berdesak-desakan dan mengaku tanpa dibiayai oleh sponsor maupun dijanjikan akan mendapatkan nasi kotak dari panitia.

Baca Juga: Gelombang Kritik Kampus pada Jokowi Bakal Gerus Elektabilitas Prabowo-Gibran

"Kami berangkat dengan sukarela tanpa dibiayai maupun ingin mendapatkan nasi kotak. Tapi saya hadir karena memang menginginkan suatu perubahan," ujar Denny, warga Ciseeng Kabupaten Bogor.

Denny mengungkapkan, program Jokowi terkait dengan bagi-bagi sertifikat tanah ternyata hanya memberi karpet merah bagi mafia tanah. Sehingga banyak tanah warga saat ini yang diserobot oleh pengusaha kelas kakap dengan berbagai macam rekayasanya. Termasuk keluarganya yang jadi korban mafia tanah.

Oleh karenanya, lanjut Denny, kehadirannya ke JIS merupakan sebagai bentuk dukungan dirinya agar ada perubahan. Sebab, kata dia, jika pilpres ini dimenangkan oleh 02 sama saja merepresentasikan keinginan rezim Joko Widodo.

Menurutnya, selama ini masyarakat kerap dimanjakan dengan program infrastruktur Jokowi. Padahal itu semua proyek balas budi dan infrastruktur yang berbasis bisnis.

Baca Juga: Koordinator Nasional APM Beri Pernyataan Menohok Terkait Pencalonan Prabowo-Gibran

"Seperti pembangunan jalan tol. Semua itu hanya memberi fasilitas kepada pengusaha dan para kapitalis. Masyarakat menggunakan jalan itu harus bayar. Pertanyaannya, kenapa jalan yang sudah ada tidak ditingkatkan dan diperluas, sehingga sektor perekonomian di sepanjang jalan itu tumbuh," kata Denny.

Dirinya berharap, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dapat memperjuangkan hak-hak atas tanah masyarakat yang diserobot oleh para mafia tanah.

"Kehadiran kami di JIS ini bagian ikhtiar untuk mengawal perubahan," pungkasnya.**

 

Editor : Redaksi

Opini   

Kondisi Eropa Yang Berubah Sekularistik

Oleh : Wibisono Di berbagai penjuru Eropa , ada fenomena menarik yang terjadi di mana gereja-gereja yang tidak lagi digunakan untuk ibadah diubah…