KKSS Jatim Satukan Warga Sulsel Lewat Tudang Sipulung 2026 di NK Cafe Malang

Reporter : Redaksi

MALANG, HINews – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Jawa Timur menggelar Tudang Sipulung KKSS Jawa Timur 2026 pada 3–4 Juli 2026 di Malang dan kawasan Bromo. Mengusung semangat mempererat silaturahmi warga Sulawesi Selatan di perantauan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (3/7/2026) dengan penyelenggaraan KKSS Business Forum di NK Cafe, Karangploso, Kabupaten Malang. Mengangkat tema "Malang Raya: Lumbung Pangan, Kolaborasi Modal, AI, dan Hilirisasi Peternakan Berbasis Ekonomi Pancasila Menuju Swasembada", forum ini mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, hingga praktisi peternakan untuk merumuskan strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Matangkan Arah Kebijakan Nasional dalam Mukernas KKSS di Makassar

Ketua BPD KKSS Malang Raya, Dr. R. Djoni Sudjatmoko, S.E., M.M., penulis buku Ekonomi Pancasila, tampil sebagai keynote speaker. Acara dibuka dengan sambutan Ahmad Riza Muzammil, S.Pt., M.M., Kepala Bidang Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur.

Forum menghadirkan sejumlah panelis, yakni Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari A.S. Hasbi Al-Islahi, perwakilan Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan RI Soeharto, SME and Credit Program Head Bank BTN Cabang Malang Abdul Syukur, praktisi peternakan Epek Alamsyah dan Fibra Yohana selaku CEO Jago Ternak, serta Dr. Eng. Muh. Ashar Pakkawaru, S.T., M.T. dari PT Inovasi Utama Nusantara AI. Diskusi dipandu akademisi peternakan Dr. M. Fadhlirrahman Latief, S.Pt., M.Si.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan buku Ekonomi Pancasila karya Dr. Djoni Sudjatmoko, sekaligus program KKSS Digital Connection sebagai langkah memperkuat jejaring digital warga KKSS di Jawa Timur.

Masih pada hari yang sama, semangat kebersamaan diwujudkan melalui Turnamen Domino Piala KKSS Jawa Timur IV yang diikuti perwakilan Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS se-Jawa Timur. Turnamen dengan total hadiah Rp5,5 juta itu menjadi ajang mempererat persaudaraan dan solidaritas antarwarga KKSS.

Pada malam harinya, ratusan jamaah menghadiri Pengajian Ceria bersama dai nasional Ustaz Muhammad Nur Maulana. Mengusung tema "Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah, Membangun Kebersamaan Keluarga Besar Sulawesi Selatan di Jawa Timur", kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Rektor Universitas Widyagama, perwakilan PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, jajaran pengurus BPW KKSS Jawa Timur, serta Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Jawa Timur.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Nur Maulana mengajak jamaah untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperbanyak rasa syukur, serta menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh humor, ia berhasil menciptakan suasana religius sekaligus menghibur, sehingga semakin mempererat ikatan persaudaraan warga Sulawesi Selatan di perantauan.

Rangkaian Tudang Sipulung ditutup pada Sabtu (4/7/2026) melalui Silaturahmi dan Dialog Budaya bersama masyarakat Adat Tengger di kawasan Bromo Hillside, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Dialog budaya menghadirkan tokoh masyarakat Tengger, Romo Supoyo dari Kabupaten Lumajang dan Romo Abah H. Kartono dari Kabupaten Malang, bersama Ketua BPW KKSS Jawa Timur, Ir. H. Muslim Hamzah. Pertemuan tersebut menjadi ruang saling berbagi nilai-nilai budaya, memperkuat persaudaraan lintas suku, sekaligus meneguhkan komitmen menjaga kebhinekaan dan persatuan bangsa.

Pada kesempatan itu, BPW KKSS Jawa Timur juga menyerahkan cenderamata kepada para tokoh adat Tengger sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Songkok Pamiring, warisan budaya masyarakat Bugis yang melambangkan kehormatan, kejujuran, dan integritas, diserahkan kepada tokoh adat Tengger sebagai simbol persaudaraan antara masyarakat Sulawesi Selatan dan masyarakat Adat Tengger. Sementara itu, Passapu, penutup kepala tradisional khas Sulawesi Selatan yang sarat makna kepemimpinan dan tanggung jawab, diserahkan kepada Kepala Desa sebagai lambang persahabatan, penghormatan, dan semangat kebersamaan.

Ketua Pelaksana Tudang Sipulung KKSS Jawa Timur 2026, Ahmad Fuad Rahman, S.E., M.M., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi agenda silaturahmi tahunan, tetapi juga mampu melahirkan kolaborasi nyata di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

"Tudang Sipulung bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk duduk bersama, bermusyawarah, membangun jejaring, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.

Melalui perpaduan forum bisnis, penguatan nilai-nilai keagamaan, olahraga, peluncuran buku, digitalisasi komunitas, hingga dialog budaya bersama masyarakat Adat Tengger, Tudang Sipulung KKSS Jawa Timur 2026 menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan nasional sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru