KUALA LUMPUR, HINews – Jawa Timur kembali menunjukkan diri sebagai salah satu lumbung atlet Muaythai nasional. Pada ajang World Muay Championship dan World School Muay Championship 2026 di Malaysia, Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur mengirimkan delapan atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen Indonesia menghadapi petarung dari lebih 100 negara.
Delapan atlet tersebut terdiri atas tiga atlet senior dan lima atlet junior yang telah melalui berbagai tahapan pembinaan dan kompetisi nasional. Mereka menjadi bagian dari 23 atlet terbaik Indonesia yang mendapat kesempatan tampil pada kejuaraan Muaythai amatir tertinggi di dunia tersebut.
Baca juga: Dari Jawa Timur ke Panggung Asia Tenggara: Aldento Brillian Mengukir Prestasi di SEA Games
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, H. Baso Juherman, SP., SH., M.HP., menegaskan bahwa keikutsertaan atlet-atlet Jawa Timur merupakan bukti keberhasilan pembinaan berjenjang yang selama ini dilakukan di daerah.
"Jawa Timur datang ke Malaysia bukan sekadar melengkapi kontingen Indonesia. Kami membawa atlet-atlet terbaik hasil pembinaan daerah yang telah teruji di berbagai kejuaraan. Mereka datang dengan semangat untuk mengharumkan nama Indonesia sekaligus membuktikan bahwa Jawa Timur mampu bersaing di level dunia," tegas Baso Juherman.
Salah satu andalan Jawa Timur adalah Aldento Brilliant, peraih medali perak SEA Games yang telah memiliki pengalaman bertanding di level internasional. Kehadiran Aldento diharapkan mampu menjadi motor bagi atlet-atlet muda Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di kejuaraan dunia.
Selain Aldento, sorotan juga tertuju kepada Ellijah Hinzman. Atlet berusia 16 tahun tersebut saat ini menjadi salah satu petarung muda paling menjanjikan di Indonesia. Meski masih berstatus pelajar, Ellijah telah mencatatkan lebih dari 40 pertandingan profesional dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
"Ellijah adalah salah satu aset masa depan Muaythai Indonesia. Usianya masih sangat muda, tetapi jam terbangnya sudah luar biasa. Kami berharap ia mampu menunjukkan kualitasnya di panggung dunia," ujar Baso.
Baca juga: Sumbang 4 Emas dan 2 Perak di Kejurnas, Baso Juherman Apresiasi Plt Muaythai Gresik
Jawa Timur juga mengandalkan sejumlah atlet muda yang merupakan debutan Porprov Jawa Timur serta para peraih medali emas Kejuaraan Nasional Muaythai NTB 2025. Mereka menjadi simbol keberhasilan regenerasi atlet yang terus berjalan di lingkungan Muaythai Jawa Timur.
Menurut Baso Juherman, kejuaraan dunia kali ini bukan hanya soal perolehan medali, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan olahraga Indonesia di mata dunia.
"Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia, khususnya Jawa Timur, memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara-negara besar Muaythai dunia. Target kami tentu memberikan kontribusi medali bagi Merah Putih dan mengharumkan nama bangsa," katanya.
Baca juga: Dominasi Jatim di Kejurnas Muaythai: 21 Emas, Modal Menuju PON
World Muay Championship dan World School Muay Championship 2026 merupakan kejuaraan Muaythai amatir paling bergengsi di dunia. Lebih dari 100 negara mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia dan mengukuhkan posisi sebagai yang terbaik di arena internasional.
Dengan kekuatan delapan atlet dari Jawa Timur serta dukungan penuh dari Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, harapan besar disematkan agar para petarung Bumi Majapahit mampu menjadi tulang punggung Indonesia dalam perburuan medali dunia.
"Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia. Atlet-atlet ini membawa Merah Putih di dada mereka. Semoga mereka mampu memberikan yang terbaik dan pulang membawa prestasi yang membanggakan bangsa," pungkas Baso Juherman. (*)
Editor : Redaksi