Pengamat Militer: Pemerintahan Prabowo harus lebih fokus terhadap keamanan kawasan Natuna dan Papua

Pengamat militer wibisono bersama Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Pengamat militer wibisono bersama Presiden Terpilih Prabowo Subianto

JAKARTA, HINews - Pemerintah yang akan datang dipimpin oleh Presiden terpilih Jendral (purn) TNI Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan terkait keamanan dikawasan Papua dan Laut Cina Selatan (Natuna), Peperangan antarnegara yang bersengketa diLaut Cina Selatan (LCS) mungkin saja akan terjadi mengingat tensi konflik yang tidak kunjung reda.

Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, dinilai memiliki kemampuan untuk menterjemahkan visi-misinya terkait masalah keamanan kawasan seperti soal Laut China Selatan dan Indo-Pasifik secara luas dengan lebih komprehensif, substansial dan berdampak.

Baca Juga: Wibisono: Lebih Tepat OPM di Papua Dinamakan Gerakan Separatis Bersenjata

Menurut pengamat militer Wibisono mengatakan berbagai langkah kebijakan dan tindakan pemerintahan Prabowo akan meningkatkan peluang Indonesia dimasa depan.

“Ini adalah bukti bahwa memang Laut Cina Selatan masih akan menjadi hotspot, dan kedaulatan Indonesia di Natuna dan Papua harus dijaga, presiden Prabowo harus fokus dan serius,” ujar Wibisono.

Baca Juga: Pengamat Militer: Kondisi Keamanan Laut China Selatan Semakin Serius

"Indonesia perlu menjaga kedaulatan dengan menyiapkan personel TNI yang dipersenjatai dan diberikan perlengkapan yang mumpuni. Hal ini tentu tanpa mengesampingkan upaya diplomasi sebagai jalan damai yang terus disuarakan Indonesia, imbuhnya

“Diperlukan peningkatan anggaran untuk dapat secara berkala bisa mencapai level tersebut. Hal ini bukan berarti Indonesia mengesampingkan diplomasi, tetapi agar diplomasi kita bisa berjalan, diperlukan angkatan bersenjata yang dapat mengawal diplomasi Indonesia,” kata Wibi.

Baca Juga: Pengamat Militer: Konflik Iran dengan Israel Dapat Memicu Perang Dunia Ketiga

lanjutnya, perlu memperkuat pengamanan batas laut Indonesia yang berdekatan dengan kawasan Laut Cina Selatan dengan menambah alutsista, memperkuat personel hingga meningkatkan teknologi pengawasan teritorial.

“Bukan tidak mungkin pada masa depan akan berkembang menjadi konflik terbuka dan meluas, terutama dua kawasan ini,” pungkasnya

Editor : Redaksi

Opini   

Kondisi Eropa Yang Berubah Sekularistik

Oleh : Wibisono Di berbagai penjuru Eropa , ada fenomena menarik yang terjadi di mana gereja-gereja yang tidak lagi digunakan untuk ibadah diubah…