Sekjen KPA Tagih Janji Prabowo Untuk Kembalikan Tanah Negara 

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika (Ist)
Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika (Ist)

JAKARTA, HINews - Calon Presiden Prabowo Subianto ternyata pernah berjanji mengembalikan tanah negara seluas 500.000 hektare sejak 2019 lalu, namun ternyata masih belum dikembalikan hingga saat ini.

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika mengemukakan bahwa saat debat kandidat dengan petahana Joko Widodo pada Pemilu 2019. Saat itu, Prabowo Subianto bahkan pernah berjanji mengembalikan tersebut kembali ke negara.

Baca Juga: Akan Ajukan PK Soal Kasus Sengketa Tanah di Sumbawa, Sahrul Bosang Menanti Keadilan Hakim MA

Namun, Dewi mengaku heran bahwa tanah tersebut tidak kunjung dikembalikan kepada negara. Padahal, jika tanah seluas 500.000 hektare tersebut dikembalikan ke negara, banyak warga yang bisa memanfaatkannya untuk pertanian daripada dikuasai secara pribadi oleh Prabowo Subianto.

"Saya tahun 2019 dulu ingat sekali bahwa Pak Prabowo ingin mengembalikan tanah itu kepada negara, tapi saya belum tahu apa sudah dikembalikan atau belum sampai saat ini," ungkpanya sebagaimana dikutip dari bisnis.com di Jakarta, Selasa (9/1).

Baca Juga: Kasus Penyerobotan Tanah Di Sumbawa, Sahrul Bosang Kembali Minta Keadilan MA

Dewi mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang tengah menggantungkan hidupnya dari garapan lahan pertanian. Namun sayangnya, karena kekurangan lahan, banyak petani yang akhirnya tidak memiliki tanah untuk digarap.

"Jadi masih banyak petani yang butuh tanah untuk hidup. Saat ini tanah banyak dikuasai oleh perusahaan perkebunan dan Prabowo sehingga petani terus berada di bawah garis kemiskinan," katanya.

Baca Juga: Adidharma Wicaksono Penasihat Hukum Widowati Hartono Nilai Mulya Hadi Tak Dapat Tunjukkan Batas Lokasi Objek Sengketa

Dua Episode Pilpres, Prabowo Bertarung dengan Eks Jagoannya di DKI Dia berharap agar Prabowo Subianto tetap berjiwa patriotik dengan mengembalikan tanah negara yang dikuasainya kepada negara.

Kemudian, katanya, negara juga harus memberikan tanah tersebut kepada masyarakat yang tinggal di sekitar tanah untuk dikelola agar sejahtera. "Kalau Prabowo memang serius, ayo dong kembalikan tanah itu ke negara dan negara harus memprioritaskan negara itu kepada rakyat yang membutuhkan," ujarnya.

Editor : Redaksi

Opini   

Kondisi Eropa Yang Berubah Sekularistik

Oleh : Wibisono Di berbagai penjuru Eropa , ada fenomena menarik yang terjadi di mana gereja-gereja yang tidak lagi digunakan untuk ibadah diubah…