Lahan Makam Kian Terbatas, Pemkot Surabaya Siapkan TPU 50 Hektare

Reporter : MINA
Foto: Istimewa

Surabaya, HINews - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan lahan seluas 50 hektare di kawasan Sumberejo, Surabaya Barat, sebagai langkah mengantisipasi semakin terbatasnya lahan pemakaman yang semakin menyempit di kota pahlawan. Lahan tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pemakaman warga Surabaya, tidak hanya yang tinggal di wilayah barat, tetapi juga dari kawasan lainnya.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk, mengatakan penyediaan lahan baru ini menjadi salah satu upaya menghadapi meningkatnya kebutuhan tempat pemakaman di tengah pertumbuhan jumlah penduduk. Ketersediaan lahan makam di Kawasan Sumberejo yang berlokasi di dekat Kali Lamong tidak hanya ditujukan untuk warga Surabaya barat saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kota Surabaya secara luas, layaknya tempat pemakaman Umum (TPU) Keputih. Pada Senin (19/10/2026).

Baca juga: Sosialisasikan Aplikasi Edabu Jamkesda, Pemkot Surabaya Ajak Warga Mendaftar

 

“Warga Surabaya, khususnya yang berada di wilayah barat, tidak perlu khawatir soal ketersediaan lahan pemakaman. Pemkot telah menyiapkan lahan seluas 50 hektare di kawasan Sumberejo, dekat Kali Lamong, untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Kaji Ipuk, Senin.

 Saat ini, populasi Surabaya telah melampaui 3 juta jiwa, sementara luas wilayah kota tetap terbatas.

“Jumlah penduduk Surabaya terus bertambah, kemarin sekitar 2,7 juta jiwa menjadi lebih dari 3 juta jiwa. Dengan banyaknya pendatang, kebutuhan lahan juga semakin meningkat. Karena itu, tidak semua lahan bisa dialokasikan untuk pemakaman,” terangnya.

Selain pertumbuhan penduduk dan bertambahnya angka kematian, keterbatasan lahan makam juga dipengaruhi belum optimalnya penyediaan area pemakaman oleh pengembang perumahan. 

Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melalui UPTD Pemakaman mengelola 13 tempat pemakaman umum (TPU) utama milik pemerintah serta satu krematorium yang berada di kawasan Keputih. Tapi di sisi lain, banyak warga memilih menggunakan tempat pemakaman umum (TPU) milik Pemkot Surabaya sehingga kapasitas sejumlah lokasi semakin berkurang yang membuat tekanan ekstra terhadap kapasitas area TPU yang ada saat ini.

Kaji Ipuk menegaskan bahwa pemerintah perlu mengatur penggunaan lahan secara cermat karena wilayah perkotaan juga membutuhkan ruang untuk berbagai kepentingan lain. Oleh sebab itu, penyiapan lahan baru di Sumberejo diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pemakaman sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap keterbatasan lahan makam.

(Ayu, Mina) 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru