Pemerintah Diimbau Lakukan Antisipasi Lonjakan Harga Daging Jelang Ramadhan

Harian Indonesia News
Pengamat kebijakan publik dari center for public policy studies (CPPS) Bambang Istianto. (Ist)

JAKARTA, Hinews - Pengamat kebijakan publik dari center for public policy studies (CPPS) Bambang Istianto mengatakan, pemerintah harus lebih antisipatif terkait dengan harga dan ketersediaan daging jelang hari besar keagamaan.

Hal tersebut dikatakan Bambang saat meenjadi pemateri dalam diskusi yang digelar secara webinar dengan tema “Menanggapi tingkat kebutuhan daging masyarakat Indonesia jelang bulan Ramadhan, "Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Daging Impor Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional" telah diterima pihak Kemendag dari Senin (7/3/2022).

Bambang mengingatkan, terkait dengan daging sapi jangan sampai saat tingginya permintaan dari masyarakat malah harga naik. Ironisnya lagi, ketersediaan barang bahkan tidak ada.

"Oleh karenanya pemerintah terlebih dahulu melakukan langkah antisipasi. Kemudian yang penting adalah daya beli masyarakat tinggi, dan kalau bisa harga turun. Terlebih di saat pamdemi ini tentu masyarakat berharap adanya subsidi dari pemerintah," kata Bambang.

Selain itu kata Bambang, di saat bulan puasa pemerintah diharapkan  dapat memberikan hadiah kepada masyarakatnya dalam bentuk penurunan harga daging.

"Meski penurunannya tidak signignifikan akan tetapi berapapun nilainya sangat baik bagi masyarakat," ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi dan mewaspadai adanya lonjakan harga jelang bulan puasa maupun hari raya idul fitri.

"Jangan sampai saat terjadi kelangkaan atau lonjakan harga, baru pemerintah melakukan operasi pasar. Oleh karenanya langkah antisipatif harus dilakukan sedari dini," pungkasnya. (*)

Editor : A1H

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru