JAKARTA, HIN - Direktur Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan bahwa Nofel Saleh Hilabi tengah melakukan manuver agar mendapat legitimasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Hal tersebut dikatakan Iskandar menanggapi tulisan di karangan bunga dari Nofel Saleh Hilabi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi dalam acara HUT Kosgoro 1957 sekaligus pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 Masa Bhakti 2021-2026 pada Jumat (12/11/2021) lalu.
Sementra di baris yang sama ada karangan bunga ucapan selamat terkait pelantikan PPK Kosgoro 1957 atas nama Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.
Menurutnya, Nofel terlalu percaya diri. Padahal Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang sah mengacu pada AD/ART partai adalah hasil Musda Graha Bintang yakni Ade Puspitasari.
Menurut Iskandar, Ade Puspitasari mendapat legitimasi dari DPP Partai Golkar. Hal itu menyusul dengan kehadiran Plt Ketua DPD Golkar Jabar, Wakil Ketum DPP Golkar dan Ketum Kosgoro 1957 saat pelantikan Ade sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi periode 2020-2021.
Iskandar juga mempertanyakan dasar dari Nofel yang mengaku dirinya sebagai Ketua DPD. "Kapan dia menyelenggarakan Musda. Siapa Ketua OC dan SC dari Musda Nofel. Dan siapa yang melantiknya," kata Iskandar dalam keterangannya, Minggu (12/11/2021).
Terkait karangan bunga, saat pelantikan PPK Kosgoro 1957 disampaikan Nofel yang mengaku-ngaku sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Iskandar meyakini hal itu tidak berdampak terhadap posisi Ade sebagai Ketua DPD yang sah.
Lebih lanjut kata Iskandar, sebagaimana yang disampaikan oleh Ace Hasan sebgai Plt Ketua DPD Jabar, bahwa siapapun kader partai Golkar harus taat asas dan menghormati keputusan bahwa Ade Puspita adalah ketua sah hasil Musda DPD Golkar.
“Buat saya karangan bunga itu sebagai bentuk overconfidence Nofel yang mengaku sebgai ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Padahal itu gak penting. Karena DPP sendiri sudah tahu mana kader yang layak untuk didukung," tutur Iskandar. (Ad)
Editor : A1H