Khalilur: PBNU Harus Mencerminkan Indonesia, Bukan Satu Daerah

Reporter : Redaksi

JAKARTA, HINews – Dinamika penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mendapat perhatian dari warga NU. Salah satunya HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy yang meminta proses formatur mengedepankan profesionalitas, kompetensi dan keterwakilan wilayah.

Khalilur menilai munculnya berbagai spekulasi, termasuk narasi “PKB Come Back” terkait figur yang disebut-sebut masuk dalam struktur PBNU, sebaiknya tidak berkembang menjadi tudingan atau fitnah.

Baca juga: Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Tak Ada Intervensi Kekuasaan di Muktamar NU ke-35

Menurutnya, latar belakang seseorang yang pernah berkiprah di partai politik tidak otomatis menghilangkan kapasitasnya untuk mengabdi di NU. Yang terpenting adalah kompetensi, pengalaman, integritas dan komitmen terhadap organisasi.

Ia juga menilai Lukman Edy merupakan salah satu figur yang memiliki pengalaman organisasi dan pemerintahan. Lukman pernah menjabat Sekjen DPP PKB dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Ia juga disebut berperan dalam proses konsolidasi yang mengantarkan Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU.

“Jangan sampai perbedaan pilihan dalam penyusunan pengurus kemudian melahirkan tudingan. Semua harus dikembalikan kepada profesionalitas dan kepentingan NU,” ujar Khalilur.

Baca juga: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Khalilur sekaligus mengingatkan agar kepengurusan PBNU tidak terlalu didominasi satu daerah.

“Rais Aam dari Jawa Timur, Ketua Umum juga dari Jawa Timur. Masa posisi strategis lainnya diisi orang Jawa Timur semua? PBNU harus mencerminkan Indonesia, bukan hanya PWNU Jawa Timur,” tegasnya.

Ia menyatakan mendukung Gus Kikin untuk menyusun kepengurusan PBNU yang profesional, egaliter dan merepresentasikan seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

“Terus maju Gus Kikin. Semoga para muassis membersamai panjenengan. Bismillah,” pungkas Khalilur.

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Warga NU, Kyai Kampung

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru