JAKARTA, HINews - Saat ini, Israel sedang melancarkan agresi di Palestina sejak Oktober 2023. Operasi ini memakan biaya dan tentu sumber daya manusia.
Menurut pengamat militer Wibisono mengatakan Israel juga harus siaga menghadapi serangan dari milisi di Yaman, Houthi, milisi di Suriah, dan Hamas, sedangkan Amerika sudah tidak lagi mendukung Israel apalagi menghadapi iran.
Baca Juga: Demokrasi Tanpa Etika Hanya Melahirkan Perpecahan
Menurut dia, Iran dan proksinya memiliki 250.000 rudal, roket, dan pesawat nirawak yang mengepung Israel.
"Artinya, sekitar 4.000 amunisi menghantam garis depan Israel setiap hari,Rudal menyebabkan kehancuran di infrastruktur sipil dan mengganggu ekonomi," kata Wibi dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).
Baca Juga: Darurat Sertifikasi dan Menyiapkan SDM Profesional
Wibi menilai, perang regional dapat menghancurkan Negara Israel, dan akan meluas menjadi perang dunia ketiga.
Lebih lanjut, dia memperingatkan bahwa Israel akan memasuki perang habis-habisan sendirian,tanpa bantuan AS. Iran didukung Rusia, China, dan Korea Utara, yang tak ingin kehilangan aset [Iran] mereka.
Baca Juga: Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyy
"Sementara itu, AS akan menghindar dan tak melibatkan diri dalam perang yang bisa berkembang jadi perang dunia, Iran juga akan banyak melakukan pertimbangan sebelum berperang dengan Israel, salah satunya pembebasan Palestina, Iran merupakan salah satu negara yang lantang mengutuk agresi Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina." ucapnya.*
Editor : Redaksi