PDIP Kehilangan 4 Kursi di DPRD Kota Bekasi, Hasil Survei Tak Berbanding Lurus

Foto: Ist
Foto: Ist

KOTA BEKASI,  HINews - Sejumlah kalangan mempertanyakan preferensi bakal calon kepala daerah yang akan berkontestasi pada Pilkada 27 November mendatang, sebagaimana dirilis salah satu lembaga survei.

Seperti baru-baru ini salah satu lembaga survei menggunggulkan Tri Adhianto sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi. Namun hasil survei itu diragukan publik. Pasalnya, hasil survei itu indikatornya tidak berbanding lurus dagan hasil perolehan suara pilpres maupun pemilu legislatif.

Baca Juga: Ade Kuswara Kunang Daftar Calon Bupati Bekasi dari PDI Perjuangan

Sebagaimana diungkapkan direktur eksekutif ETOS Indonesa Insitut, Iskandarsyah. Dia mempertanyakan jika tingkat keterpengaruhan Tri terhadap elektoral tinggi, kenapa hasil pileg dan pilpres justru terjun bebas.

"Artinya, dalam realitas politik sesungguhnya Tri tidak serius menjalankan perintah partai untuk memenangkan pileg dan pilpres. Tri hanya mau bekerja untuk kepentingan pribadinya saja," kata Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/7/2024).

Baca Juga: Silang Pendapat Loyalis Jokowi Soal Politik Dinasti

Justru, kata dia, di pileg 2024 ini PDIP harus kehilangan empat kursi. Artinya sebagai ketua DPC PDIP, Tri tak mampu membawa partaimya ke arah lebuh baik.

"Liat saja, saat pileg dan pilpres gerakan politik Tri terkesan normatif bahkan sangat biasa. Maka sangat wajar jika Ganjar-Mahfud kalah telak di Kota Bekasi," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Ogah Tanggapi Pernyataan Megawati Soal Pemerintahan Saat Ini Seperti Orba

Namun menjelang survei yang dilakukan DPD 1 PDIP Jawa Barat, kabarnya Tri jor joran menggelontorkan anggaran sangat besar dangan menyumbang hewan qurban dan spanduk spanduk pencitraan.

"Coba saja cek sound ke grassroot, seberapa besar kekecewaan kader terhadap Tri sebagai nahkoda partai banteng moncong putih itu yang gagal totol memenangkan PDIP di pileg dan pilpres," pungkasnya.

Editor : Redaksi