Ini Tanggapan Legislator Atas Kasus Korupsi di PT Timah

Foto: Ist
Foto: Ist

JAKARTA, HINews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung segala upaya di PT Timah Tbk memperbaiki sengkarut persoalan di internal. Hal tersebut menyusul adanya kasus Mega korupsi yang menyeret sejumlah pejabat dan pengusaha.

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mendorong komitmen jajaran direksi PT Timah untuk dapat memperbaiki segala permasalahan yang sedang dialami PT Timah.

Baca Juga: Kasus PT Timah, IAW Minta Harvey Moeis Tidak "Pasang Badan" Lindungi RBS

"Saya tentu akan mendukung upaya-upaya mengarah ke perbaikan, apalagi kalau saya melihat akibat dari penurunan (kinerja) kemarin ini kan saya lihat lebih kepada ilegal mining itu. Kalau kasarnya mah bukan mining, tapi dimaling gitu Pak, gitu kan ada banyak maling kemarin ini," kata Demer, sapaan Gde Sumarjaya dalam RDP Komisi VI dengan PT Timah Tbk, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Ia berharap PT Timah ke depannya dapat memperbaiki kinerja operasi maupun kinerja keuangan, sehingga kinerja PT Timah dapat lebih efisien dan efektif

Politisi Fraksi Partai Golkar ini mengatakan Indonesia seharusnya menjadi market leader bahkan price maker dalam hal pertimahan. Sebab Indonesia memiliki kekayaan alam timah terbesar kedua di dunia.

Baca Juga: Diduga Ada Konflik Kepentingan, Kejagung Dinilai Tebang Pilih Dalam Penanganan Kasus PT Timah

Untuk itu, Legislator Dapil Bali ini berharap PT Timah ke depannya dapat memperbaiki kinerja operasi maupun kinerja keuangan, sehingga kinerja PT Timah dapat lebih efisien dan efektif.

"Saya harap ini menjadi komitmen Pak Dirut dan kalau ini bisa komitmennya jelas terus keberanian Pak Dirut ini bisa dijalankan dengan baik," lanjutnya.

Baca Juga: Kejagung Jerat 6 Tersangka Korupsi PT Timah dengan Pasal TPPU

Terakhir, Demer berharap direksi PT Timah nantinya akan lebih terbuka terhadap permasalahan yang sedang terjadi kepada Komisi VI. Utamanya setelah nantinya dimulai Panitia Kerja di Komisi VI terkait dengan permasalahan timah yang sedang terjadi.

"Karena kita misalnya memulai Panja di masa yang akan datang, sampaikan sejelas-jelasnya dukungan yang Bapak minta. Sehingga, akhirnya nanti dari sana, kita PT Timah dan Komisi VI ini mampu membawa PT Timah jauh lebih bagus. Untuk kepentingan negara kita tentunya yang akhirnya juga untuk rakyat Republik Indonesia yang kita cinta ini itu," tutupnya.**

Editor : Redaksi

Opini   

Anies Bukan Budak Jokowi

Oleh: Yusuf Blegur Sejatinya, publik bukan saja menganggap anak-anak Jokowi yang terlibat dalam politik sebagai anak haram konstitusi. Lebih dari…