Anggota Komisi II DPR RI Mengaku Heran Atas Bocornya Data DPT KPU

Kantor KPU Pusat.
Kantor KPU Pusat.

JAKARTA, HINews - Sejumlah pihak mengaku prihatin atas dugaan situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengakibatkan 204 juta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) bocor.

Terkait dengan kejadian tersebut, KPU diminta untuk berbenah diri atas dugaan kebocoran data tersebut.

"Jika benar dugaan kebocoran data ini, itu adalah sesuatu yang mengkhawatirkan. Kalau IT KPU bisa dijebol untuk mencuri DPT, maka hasil pemilu nantinya dikhawatirkan rentan dimanipulasi," kata Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Menurut dia, jika dugaan kebocoran data tersebut benar, maka hal itu sesuatu yang mengkhawatirkan

Politisi Fraksi PAN ini mengaku heran data pribadi yang sifatnya rahasia dan berharga, bisa bocor di dunia maya, padahal terkait data DPT ini dinilai super sensitif. Dia juga menuntut agar KPU memiliki mekanisme pencegahan terkait perlindungan data pemilih. Termasuk metode yang digunakan dalam memproteksi kerahasian data itu.

"Jangan sampai kejadian peretasan justru menimbulkan perdebatan di masyarakat dan membuat kredibilitas KPU menjadi tercoreng. Sebagai pihak yang diberi amanah untuk penyelenggara pemilu, KPU harus memastikan keamanan data pemilih busa terjaga dengan baik. Sehingga tak bisa diretas oleh siapapun. KPU mesti menyelidiki dengan seksama. Dan mengumumkan hasil penyelidikannya kepada publik secara terbuka dan transparan," tandasnya Guspardi.

Sebelumnya, Rabu (29/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menggandeng tim dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri hingga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendalami laporan terkait dugaan kebocoran data Pemilu 2024 di situs kpu.go.id. **

Editor : Redaksi