Kartu Tol Akan Dihilangkan, Ini Gantinya dan Kelebihannya

JAKARTA, HiNews - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berencana akan mengubah sistem pembayaran tol non tunai yang selama ini menggunakan sistem kartu, akan dialihkan dengan sistem pembayaran jalan tol tanpa sentuh di Indonesia yang mengadopsi Teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF)

Adapun sistem kerja pembayaran tol tanpa sentuh memerlukan beberapa alat penunjang yang harus dimiliki masyarakat, salah satunya aplikasi bernama Cantas. Aplikasi ini bisa diunduh di ponsel buat pembayaran jalan tol.

Sistem MLFF menggunakan teknologi digital Global Navigation Satellite System (GNSS) yang mendeteksi perjalanan pengguna Cantas di jalan tol melalui GPS di ponsel.

Setelah masyarakat mengunduh Cantas perlu registrasi dan menyertakan data diri serta melakukan pilihan pembayaran pada aplikasi tersebut.

Aplikasi ini termasuk dalam Electronic On Board unit atau E-OBU yang bekerja terintegrasi ke sistem pembayaran melalui basis GPS.

Project Manager PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Emil Iskandar, sebagai pemilik pekerjaan yang menangani proyek ini, menjelaskan, setelah E-OBU aktif, GPS akan menentukan posisi pengguna berdasarkan satelit yang kemudian proses pencocokan peta akan terjadi ke pusat sistem.

Penerapan MLFF meniadakan gardu di gerbang tol sebab transaksi tak perlu kontak seperti tap kartu uang elektronik. Kendaraan yang berisi penumpang pengguna Cantas akan terdeteksi sensor di gantry ketika melintas, posisi kendaraan juga telah terdeteksi GNSS.

Untuk transaksi pengguna wajib memastikan saldo di aplikasi cukup untuk pembayaran sebelum memasuki gerbang tol.

"Nanti aplikasi akan mengirimkan notifikasi jika ada pengguna yang masuk, namun saldo tidak mencukupi. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama Polri jadi jika ada pengguna masuk namun belum memiliki aplikasi, maka Korlantas akan mengirimkan peringatan," kata Emil.

Jasa Marga telah memasang tiang sensor pembayaran MLFF di ruas tol Jagorawi. Tiang sensor yang tingginya 24 meter dan beratnya sekitar 4,5 ton itu sudah dipasang sejak tahun lalu.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mengatakan uji coba ini dilakukan di Bali dalam skala kecil.

"Kita siapkan pilot project di Bali pada Desember ini. Jadi hanya satu gate kita coba di Bali," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian, dilansir dari Antara, baru-baru ini.

Hedy bilang uji coba pada Desember hanya skala kecil, lokasinya di jalan tol Bali Mandara.

"Nanti kalau di situ berhasil, kita evaluasi. Kalau tidak ada isu baru kita perluas ke gate lainnya di Bali juga. Jadi kita lakukan evaluasi bertahap hasilnya seperti apa," papar Hedy. **

 

 

 

Editor : Redaksi