Dalang Ki Anom Suroto Gabung Timnas AMIN 

Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto atau Ki Anom Suroto. (Ist)
Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto atau Ki Anom Suroto. (Ist)

JAKARTA, Harnasnews - Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) berisi para tokoh yang memiliki beragam latar belakang, salah satunya budayawan sekaligus dalang senior, yaitu Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto atau Ki Anom Suroto.

Ki Anom Suroto merupakan seorang dalang wayang kulit purwa. Ia mulai terkenal sebagai dalang mulai 1975-an.

BACA JUGA :
21 Penghargaan Setahun, Anies Dibully Buzzerp Gubernur Terbodoh
Anies dan Komitmennya Berantas Korupsi
Harga Air Bersih Murah, Cara Anies Hadirkan Keadilan bagi Warga Jakarta
Anies Baswedan dan Udara Bersih untuk Jakarta
Tak heran dengan masuknya budayawan ke dalam Timnas AMIN. Pasalnya, jauh sebelum masuk ke dunia politik, Anies tidak jauh dari kebudayaan. Anies telah mencintai wayang dan seni budaya tradisional. Bahkan, sejak 2015 Anies telah menjadi pembina Komunitas Pelestari Seni Budaya Nusantara (KPSBN).

Anies bertemu dengan Ki Anom Suroto pada awal Februari 2023. Kemudian, beberapa kali Anies juga terlihat asik menonton penampilan wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto dengan lakon ‘Parikesit Jumeneng Ratu’ yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada 27 Agustus 2023.

Sebagai orang yang dibesarkan di Yogyakarta, Anies kental dengan budaya Jawa, salah satunya seni wayang.

Sementara itu, dalang maestro ini belajar ilmu pedalangan sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana. Kemudian secara langsung dan tak langsung, Ki Anom Suroto juga banyak belajar dari Ki Nartosabdo dan beberapa dalang senior lainnya.

Dalang laris itu juga pernah belajar di kursus pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Dia juga belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta. Bahkan, dia pernah belajar di Habiranda, Yogyakarta.

Tak hanya di tanah air, Anom Suroto mendalang hingga ke lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, di Jepang, Spanyol, Jerman Barat, Australia. Kemudian, pada awal 2018, Ki Anom Suroto juga mendalang di Rusia.

Pada 1995, dia memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto. Anom Suroto juga aktif di organisasi pedalangan, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi).

Selain aktif mendalang, ia juga giat membina pedalangan dengan membimbing dalang-dalang muda dari seluruh wilayah Indonesia.

Secara berkala, ia mengadakan forum kritik pedalangan dalam bentuk sarasehan dan pentas pedalangan di rumahnya di Surakarta. Acara itu diadakan setiap hari Rabu Legi, sesuai dengan hari kelahirannya, sehingga akhirnya dinamakan Rebo Legen. (kba/sup)

Editor : Redaksi