Dugaan Adanya Kecurangan Pemilu Mulai Terendus

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HINews - Sejumlah kalangan mengkhawatirkan Pemilu yang akan digelar pada Februari 2024 mendatang tidak berlangsung jujur dan adil (Jurdil). Hal tersebut menyusul dengan adanya intervensi dan intimidasi alat negara terhadap aktivis mahasiswa dan kantor partai.

Oleh karena itu, Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya proses Pemilu agar tidak terjadi kecurangan dalam setiap tahapannya.

Baca Juga: Sekjen LPKAN: Pemilih Cerdas Akan Melahirkan Pemimpin Berkualitas

"Jangan biarkan kecurangan Pemilu yang akhir ini terlihat sudah mulai akan terjadi lagi. Gunakan hak pilih mu dengan tuntunan nurani," kata Megawati lewat akun YouTube PDI Perjuangan, Ahad (12/11/2023).

Megawati menegaskan Pemilu yang demokratis, yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia, harus dijalankan tanpa ada kecuali.

Menurutnya mengawal dan menegakkan demokrasi adalah kewajiban sebagai warga bangsa, dan bahkan menjadi keharusan setiap anak negeri dan bangsa agar tidak terjadi kesewenang-wenangan.

"Karena itulah terus genggam erat semangat reformasi itu. Jangan lupa, terus kawal demokrasi berdasarkan nurani. Jangan takut untuk bersuara, jangan takut untuk berpendapat, selama segala sesuatunya tetap berakar pada kehendak hati rakyat. Terus kawal dan tegakkan demokrasi!" kata Mega, seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Netralitas Dalam Pilpres dan Problem Moralitas Aparatur Negara

Tidak hanya itu, Mega juga mengingatkan agar kedaulatan rakyat terus dijunjung tinggi dan rekayasa hukum tidak boleh terjadi.

"Rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi.Hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran. Hukum harus menjadi alat mewujudkan keadilan. Hukum harus menjadi alat mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, apabila hukum dan keadilan ditegakkan dan senantiasa dikawal oleh rakyat, cita-cita para pendiri bangsa pasti akan bisa diwujudkan. "Dengan keadilan inilah kemakmuran pasti akan bisa diwujudkan," tuturnya.**

Baca Juga: Kecurangan Dalam Pemilu Akan Hilangkan Ruh Demokrasi

 

 

 

Editor : Redaksi