Usai Diperiksa di Bareskrim Polri, Pasal Dugaan Penistaan Agama Menanti Panji

avatar Harian Indonesia News

JAKARTA, HINews - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang menemui wartawan usai menjalani pemeriksaan Penyidik Bareskrim Polri. Senin, (03/07/23) Malam.

 

Pemeriksaan terlapor Panji Gumilang oleh Penyidik Bareskrim Polri dalam rangka dimintai keterangan soal kasus dugaan penistaan agama.

 

Dari pantauan di mabes polri, Pengasuh Ponpes Al-Zaytun ini berusaha menghindar dari awak media yang sudah lama menunggunya. Akibatnya suasana jadi riuh tak terkendali.

 

Tidak lama kemudian, Panji Gumilang berkenan di wawancarai dengan mengucapkan salam yahudi. "Saya paham saudara-saudara menunggunya dari pagi dan saya paham juga saudara ingin tahu dari mulut saya apa yang terjadi hari ini. Semuanya panggilan Bareskrim telah saya penuhi dan didalam pemeriksaan pribadi saya telah memberikan jawaban secukup-cukupnya," katanya.

 

Pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada saya lebih dari 30 pertanyaan dan sudah bisa dijawab dengan baik. "Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan saudara-saudara telah saya berikan informasi dan selanjutnya nanti kami minta jalan supaya bisa pulang," katanya.

 

Terlihat Panji Gumilang berkelit saat ditanya wartawan soal kebenaran kepemilikan 256 rekening pribadi dan puluhan rekening atas nama lembaga Ponpes Al-Zaytun.

 

Kepada media panji juga mengatakan, tidak ada yang perlu dijelaskan, karena semua pertanyaan penyidik sudah saya jawab dengan baik kepada.

 

Dia pun mengatakan, dirinya telah menjawab 30 lebih pertanyaan dari penyidik dengan baik.

 

Saat disinggung soal pertanyaan dan jawaban apa saja di ruang penyidik. "Dia pun memberikan 3 pertanyaan dari 30 lebih pertanyaan penyidik beserta jawabannya.

 

Pertanyaan pertama, ditanya tentang riwayat hidup dan sudah dijawab. Kedua, pernahkah Panji Gumilang berurusan dengan hukum. Ketiga, apakah ada ketetapan hukum. Ada, saya pernah dihukum selama sepuluh bulan.

 

Ditempat yang sama Mabes Polri, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani menyampaikan soal pemeriksaan terlapor atas nama Panji Gumilang oleh Penyidik kepada awak media. Senin, (3/7/23).

 

Dalam wawancaranya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani menyampaikan, bahwa hari ini kami melakukan pemeriksaan klarifikasi dalam rangka penyelidikan menikdaklanjuti laporan yang ada yaitu adanya laporan penistaan agama yang dilakukan Panji Gumilang.

 

Dia pun menjabarkan, bahwa kami mengundang Panji Gumilang jam 10 namun yang bersangkutan hadir jam 13.30 Wib. Dan mulai diperiksa pada pukul 14.00 Wib. "Dalam pemeriksaan dilaksanakan secara profesional, Penyidik memberikan kesempatan manakala waktunya ibadah maupun waktu makan," terang Brigjen Djuhandani.

 

Dijelaskannya, Kita berikan sebanyak 26 pertanyaan dan sudah dijawab oleh yang bersangkutan.

 

Adapun materi pertanyaan tentang Al-Zaytun, kata Brigjen Djuhandani, kemudian terkait soal struktur organisasi yayasan tersebut. Lalu terkait soal kebenaran stagmen di video yang beredar. Apakah benar yang memberi stagmen up panji Gumilang. "benar kata yang bersangkutan, itu memang dilakukan olehnya," tandasnya.

 

Masih kata Brigjen Djuhandani, kemudian, yang bersangkutan selesai pemeriksaan pada jam 22.00 Wib. Lalu yang bersangkutan diminta untuk membacanya dan selanjutnya kami mengembalikan ke kediaman yang bersangkutan.

 

"Selanjutnya, selesai pemeriksaan penyidik telah melaksanakan gelar perkara, adapun kesimpulan gelar perkara. Penyidik Bareskrim telah menaikkan status, dari penyelidikan ke penyidikan," tegas dia.

 

Menurutnya, terhitung mulai besok kami akan melakukan upaya penyidikan. Perlu diketahui, kami sudah memeriksa 4 orang saksi, dan lima orang ahli dan juga terlapor. "Ini sudah cukup untuk kami meyakini bahwa ada perbuatan pidana. Selanjutnya kami akan melengkapi alat bukti untuk proses lebih lanjut," kata Dirtipidum Bareskrim Polri ini.

 

Kendati demikian, dia berharap agar masyarakat tenang dan memahami hukum. Menurutnya, dalam proses hukum polri harus mengedepankan praduga tak bersalah.

 

"Tentu saja setelah disidik nantinya akan ada upaya paksa yang akan kita laksanakan," tegasnya.

 

Brigjen Djuhandani juga menambahkan, sesuai aturan penyelidikan, setelah penyelidikan dinaikan ke penyidikan, segera melanjutkan secara formil. Dan semoga hal ini jawaban apa yang menjadi pertanyaan publik. (Kr1)

Editor : KR1